Research and culture

Posts tagged ‘miskin’

Rumusan tahap kemiskinan

According to a UN declaration that resulted from the World Summit on Social Development in Copenhagen in 1995, absolute poverty is “a condition characterised by severe deprivation of basic human needs, including food, safe drinking water, sanitation facilities, health, shelter, education and information. It depends not only on income but also on access to services.”[8]

David Gordon’s paper, “Indicators of Poverty & Hunger”, for the United Nations, further defines absolute poverty as the absence of any two of the following eight basic needs:[8]

Food: Body Mass Index must be above 16.
Safe drinking water: Water must not come from solely rivers and ponds, and must be available nearby (less than 15 minutes’ walk each way).
Sanitation facilities: Toilets or latrines must be accessible in or near the home.
Health: Treatment must be received for serious illnesses and pregnancy.
Shelter: Homes must have fewer than four people living in each room. Floors must not be made of dirt, mud, or clay.
Education: Everyone must attend school or otherwise learn to read.
Information: Everyone must have access to newspapers, radios, televisions, computers, or telephones at home.
Access to services: This item is undefined by Gordon, but normally is used to indicate the complete panoply of education, health, legal, social, and financial (credit) services.

Where BODY MASS INDEX =

SI units \mathrm{BMI} = \frac{\mbox{mass} \ \mbox{(kg)}}{\left( \mbox{height}(\mathrm{m})\right)^2}

For example, a person who lives in a home with a mud floor is considered severely deprived of shelter. A person who never attended school and cannot read is considered severely deprived of education. A person who has no newspaper, radio, television, or telephone is considered severely deprived of information. All people who meet any two of these conditions — for example, they live in homes with mud floors and cannot read — are considered to be living in absolute poverty.

Menurut Deklarasi PBB yang dihasilkan dari kemuncak sedunia pada pembangunan sosial di Kopenhagen pada tahun 1995, miskin tegar adalah “suatu keadaan yang dilanda dengan  kekurangan  dasar keperluan manusia, termasuk makanan, air minum yang bersih, kemudahan sanitasi, kesehatan, perlindungan, pendidikan dan informasi. Tidak bergantung sepenuhnya pada pendapatan, tetapi juga akses kepada perkhidmatan.”[8]

Dalam catatan David Gordon, pada “Indikator kemiskinan & kelaparan”, untuk Perserikatan Bangsa-bangsa, lebih lanjut mendefinisikan kemiskinan tegar sebagai ketiadaan dua daripada lapan dasar seperti berikut:[8]

  • Makanan: Body Mass Indexharus di atas 16.
  • Air minum yang dirawat:tidak seharusnya bergantung pada sumber air sungai dan kolam, dan harus tersedia berdekatan (kurang dari 15 menit berjalan setiap arah).
  • Kemudahan sanitasi: Tandas atau kamar mandi harus dapat diakses didalam atau berdekatan dengan rumah.
  • Kesehatan:Perawatan harus diterima untuk penyakit serius dan kehamilan.
  • Penampungan: Isi Rumah harus kurang dari empat orang yang tinggal di setiap kamar. Lantai harus tidak terbuat dari kotoran, lumpur, atau tanah liat.
  • Pendidikan:Semua orang harus menghadiri sekolah atau sebaliknya belajar membaca.
  • Informasi:Setiap orang harus memiliki akses ke surat kabar, radio, televisi0n, komputer, atau telefon di rumah.
  • Akses pada Perkhidmatan: akses kepada pengangkutan awan (jalanraya, bas) pendapatan kewangan (pekerjaan dengan pendapatan tidak kurang daripada US3.15 sehari/seorang untuk melepasi tahap miskin tegar, piawaian bank Dunia tahun 2010) selain daripada kemudahan pendidikan, kesehatan, perundangan, sosial, dan kebajikan am. 

Misalnya, seseorang yang tinggal didalam rumah berlantaikan tanah dianggap kehilangan tempat tinggal. Orang yang tidak pernah bersekolah dan tidak boleh membaca dianggap tidak berpendidikan. Orang yang tidak memiliki surat kabar, radio, televisi0n, atau telefon dianggap kehilangan informasi. Semua orang yang berada dalam dua keadaan contohnya tinggal dalam rumah yang berlantaikan tanah dan tidak boleh membaca -dianggap hidup dalam kemiskinan tegar.

Advertisements